Sistem sirkulasi
berperan dalam homeostasis dengan mengangkut O2, CO2, zat sisa elektrolit, dan
hormon dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Homeostasis penting bagi
kelangsungan hidup sel- sel. Sel- sel akan membentuk sistem tubuh. ( Sherwood,
2001 )
1.
Penyakit Jantung Koroner
Adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah dan bisa menyebabkan serangan jantung. Hal ini diakibatkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung.
Adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah dan bisa menyebabkan serangan jantung. Hal ini diakibatkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung.
Definisi
Penyakit Arteri
Koroner / penyakit jantung koroner (Coronary Artery Disease)
ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi
dinding suatu arteri koroner dan menyumbat
aliran darah.
Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk
secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner
utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung.
Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.
Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.
Penyebab
Penyakit arteri
koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan
pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor
penting dalam gaya hidup seseorang.
Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
- Diet kaya lemak
- Merokok
- Malas berolah raga.
Pencegahan
Resiko terjadinya
penyakit arteri koroner bisa dikurangi dengan melakukan beberapa tindakan
berikut:
- Berhenti merokok
- Menurunkan tekanan darah
- Mengurangi berat badan
- Melakukan olah raga.
2.
Stroke
Stroke terjadi akibat kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak. Kemungkinan karena terjadi pendarahan diotak.
Stroke terjadi akibat kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak. Kemungkinan karena terjadi pendarahan diotak.
Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler(pembuluh darah otak) yang ditandai
dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang
terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya
aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau
pecahnya pembuluh darah. Apabila oksigen sudah tidak bisa mensuplai jaringan
otak maka ini akan berakibat pada kematian.
WHO mendefinisikan
bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi
susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh
yang lain dari itu.
Stroke dibagi menjadi
dua jenis yaitu:
stroke
iskemik dan stroke hemorragik.
Stroke
iskemik yaitu
tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau
keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini
dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang
membuat penggumpalan.
2. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan
darah.
3. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke
seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
Stroke
hemoragik adalah stroke
yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke
hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.
Stroke hemoragik ada 2
jenis, yaitu:
1.
Hemoragik
Intraserebral: pendarahan yang
terjadi didalam jaringan otak.
2.
Hemoragik
Subaraknoid: pendarahan yang
terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan
jaringan yang menutupi otak).
Faktor Penyebab Stroke
Faktor resiko medis,
antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis(pengerasan pembuluh darah), Gangguan
jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.
Faktor resiko
perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol,
Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.
Derita Pasca Stroke
Sudah
Jatuh tertimpa Tangga Pula, peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke.
Setelah stroke, sel
otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses
alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat
menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan
kematian atau cacat
Diperkirakan ada
500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:
·
1/3 –> bisa pulih
kembali,
·
1/3 –> mengalami
gangguan fungsional ringan sampai sedang,
·
1/3 sisanya –>
mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus
di kasur.
Hanya 10-15 %
penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya
mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat
kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.
Akibat
Stroke lainnya:
·
80% penurunan parsial/
total gerakan lengan dan tungkai.
·
80-90% bermasalah
dalam berpikir dan mengingat.
·
70% menderita depresi.
·
30 % mengalami
kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.
Stroke tak lagi hanya
menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung menyerang generasi muda yang
masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang
berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba
keterbatasan.
3.
Tekanan Darah Tinggi (Irama Jantung Abnormal)
Definisi
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu
peningkatan tekanan darah di dalam arteri.
Secara umum,
hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal
tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal
jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Pada pemeriksaan
tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada
saat jantung berkontraksi (sistolik), angka
yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).
Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.
Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya.
Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.
Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.
Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya.
Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.
Hipertensi
sistolik terisolasi, tekanan sistolik
mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan
tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan
pada usia lanjut.
Hipertensi
maligna adalah
hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan
kematian dalam waktu 3-6 bulan.
Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.
Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.
Penyebab
Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.
Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.
Jika penyebabnya
diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.
Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.
Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Jantung normalnya berdetak 60 – 100 kali per menit. (sekitar 100 ribu / hari). Jantung yang berdetak tidak normal disebut arryhytmia atau dysrhythmia.
Jantung yang berdetak lambat (di bawah 60 kali/ menit) disebut bradyarrhythmias sedang yang cepat (berdetak diatas 100 kali/ menit) disebut tachyarrhytmias.
Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.
Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Jantung normalnya berdetak 60 – 100 kali per menit. (sekitar 100 ribu / hari). Jantung yang berdetak tidak normal disebut arryhytmia atau dysrhythmia.
Jantung yang berdetak lambat (di bawah 60 kali/ menit) disebut bradyarrhythmias sedang yang cepat (berdetak diatas 100 kali/ menit) disebut tachyarrhytmias.
4.
Serangan Jantung
Definisi
Serangan Jantung (infark miokardial), (myocard infarct),(miokard infark) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung (miokardium) mati karena kekurangan oksigen.
Serangan Jantung (infark miokardial), (myocard infarct),(miokard infark) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung (miokardium) mati karena kekurangan oksigen.
Penyebab
Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung.
Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati.
Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan jantung secara langsung berhubungan dengan luas dan lokasi kerusakan jaringan (infark).
Jika lebih dari separuh jaringan jantung mengalami kerusakan, biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan kemungkinan terjadi kematian. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas, jantung tidak mampu memompa dengan baik, sehingga terjadi gagal jantung atau syok.
Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung.
Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati.
Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan jantung secara langsung berhubungan dengan luas dan lokasi kerusakan jaringan (infark).
Jika lebih dari separuh jaringan jantung mengalami kerusakan, biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan kemungkinan terjadi kematian. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas, jantung tidak mampu memompa dengan baik, sehingga terjadi gagal jantung atau syok.
Penyebab lain dari
serangan jantung adalah:
a. Suatu bekuan dari
bagian jantungnya sendiri. Kadang suatu bekuan (embolus) terbentuk
di dalam jantung, lalu pecah dan tersangkut di arteri koroner.
b. Kejang pada arteri
koroner yang menyebabkan terhentinya aliran darah. Kejang ini bisa disebabkan
oleh obat (seperti kokain) atau karena merokok, tetapi kadang penyebabnya tidak
diketahui.
Gagal Jantung (Heart
Valve Disease)
Gagal jantung atau
Heart Failure merupakan penyakit jantung yang paling menakutkan, yaitu jantung
penderita berdetak tidak normal atau tidak berdetak sebagaimana mestinya.
Penyakit ini diakibatkan rusaknya katup jantung. Katup jantung ini berfungsi
sebagai pengatur aliran darah yang masuk searah menuju jantung, biasanya
terjadi setelah adanya serangan jantung.
5.
Nyeri Jantung (Angina)
Definisi
Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).
Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.
Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).
Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.
Penyebab
Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner.
Penyebab lainnya adalah: Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta), Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta), Stenosis subaortik hipertrofik, Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba), Anemia yang berat.
Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner.
Penyebab lainnya adalah: Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta), Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta), Stenosis subaortik hipertrofik, Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba), Anemia yang berat.
Gejala
Tidak semua penderita iskemia mengalami angina. Iskemia yang tidak disertai dengan angina disebut silent ischemia.
Masih belum dimengerti mengapa iskemia kadang tidak menyebabkan angina.
Biasanya penderita merasakan angina sebagai rasa tertekan atau rasa sakit di bawah tulang dada (sternum).
Nyeri juga bisa dirasakan di:
– bahu kiri atau di lengan kiri sebelah dalam
– punggung
– tenggorokan, rahang atau gigi
– lengan kanan (kadang-kadang).
Banyak penderita yang menggambarkan perasaan ini sebagai rasa tidak nyaman dan bukan nyeri.
Tidak semua penderita iskemia mengalami angina. Iskemia yang tidak disertai dengan angina disebut silent ischemia.
Masih belum dimengerti mengapa iskemia kadang tidak menyebabkan angina.
Biasanya penderita merasakan angina sebagai rasa tertekan atau rasa sakit di bawah tulang dada (sternum).
Nyeri juga bisa dirasakan di:
– bahu kiri atau di lengan kiri sebelah dalam
– punggung
– tenggorokan, rahang atau gigi
– lengan kanan (kadang-kadang).
Banyak penderita yang menggambarkan perasaan ini sebagai rasa tidak nyaman dan bukan nyeri.
Yang khas adalah bahwa
angina:
– dipicu oleh aktivitas fisik
– berlangsung tidak lebih dari beberapa menit
– akan menghilang jika penderita beristirahat.
Kadang penderita bisa meramalkan akan terjadinya angina setelah melakukan kegiatan tertentu.
– dipicu oleh aktivitas fisik
– berlangsung tidak lebih dari beberapa menit
– akan menghilang jika penderita beristirahat.
Kadang penderita bisa meramalkan akan terjadinya angina setelah melakukan kegiatan tertentu.
Angina seringkali
memburuk jika:
– aktivitas fisik dilakukan setelah makan
– cuaca dingin
– stres emosional.
– aktivitas fisik dilakukan setelah makan
– cuaca dingin
– stres emosional.
Unstable
Angina
Merupakan angina yang pola gejalanya mengalami perubahan.
Ciri angina pada seorang penderita biasanya tetap, oleh karena itu setiap perubahan merupakan masalah yang serius (msialnya nyeri menjadi lebih hebat, serangan menjadi lebih sering terjadi atau nyeri timbul ketika sedang beristirahat).
Merupakan angina yang pola gejalanya mengalami perubahan.
Ciri angina pada seorang penderita biasanya tetap, oleh karena itu setiap perubahan merupakan masalah yang serius (msialnya nyeri menjadi lebih hebat, serangan menjadi lebih sering terjadi atau nyeri timbul ketika sedang beristirahat).
6.
Penyakit Jantung Rematik.
Penyakit jantung rematik
adalah kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh
bakteri streptokokus.
Adapun yang dimaksud
Demam Rematik adalah suatu peradangan pada persendian (artritis) dan jantung (karditis).
Penyebab
Demam rematik biasanya terjadi akibat infeksi streptokokus pada tenggorokan.
Demam rematik bukan merupakan suatu infeksi, tetapi merupakan suatu reaksi peradangan terhadap infeksi, yang menyerang berbagai bagian tubuh (misalnya persendian, jantung, kulit).
Penyebab
Demam rematik biasanya terjadi akibat infeksi streptokokus pada tenggorokan.
Demam rematik bukan merupakan suatu infeksi, tetapi merupakan suatu reaksi peradangan terhadap infeksi, yang menyerang berbagai bagian tubuh (misalnya persendian, jantung, kulit).
Gejala
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada bagian tubuh yang meradang.
Biasanya gejala timbul beberapa minggu setelah nyeri tenggorokan akibat streptokokus menghilang.
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada bagian tubuh yang meradang.
Biasanya gejala timbul beberapa minggu setelah nyeri tenggorokan akibat streptokokus menghilang.
Gejala utamanya
adalah:
– nyeri persendian (artritis)
– nyeri dada atau palpitasi (jantung berdebar) karena karditis
– renjatan/kedutan diluar kesadaran (corea Sydenham)
– ruam kulit (eritema marginatum)
– benjolan kecil dibawah kulit (nodul).
Sumber:
– nyeri persendian (artritis)
– nyeri dada atau palpitasi (jantung berdebar) karena karditis
– renjatan/kedutan diluar kesadaran (corea Sydenham)
– ruam kulit (eritema marginatum)
– benjolan kecil dibawah kulit (nodul).
Sumber:
https://hendrosmk.wordpress.com/2011/08/07/penyakit-kardiovaskuler/






